ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

SAYA BERHARAP SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT BAGI TEMAN2 YANG SEDANG MENCARI..................ILMU tentang keperawatan.




Senin, 21 Desember 2009

keperawatan jiwa

Keperawatan Jiwa
oleh
Muh. Saleh Yahya

Dalam undang-undang kesehatan nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan ditetapkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap individu hidup produktif secara sosial dan ekonomi
Kesehatan jiwa merupakan bagian yang integral dari kesehatan. Kesehatan jiwa bukan sekedar terbebas dari gangguan jiwa, akan tetapi merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh semua orang. Kesehatan jiwa adalah perasaan sehat dan bahagia serta mampu mengatasi tantangan hidup, dapat menerima orang lain sebagaimana adanya, serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain. Orang yang sehat jiwa dapat mempercayai orang lain dan senang menjadi bagian dari suatu kelompok. Penyimpangan dari hal-hal tersebut menunjukkan adanya gangguan jiwa
Gangguan jiwa adalah adanya perubahan fungsi jiwa yang menyebabkan gangguan pada fungsi jiwa, sehingga menimbulkan penderitaan pada individu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosial baik peran di keluarga maupun masyarakat. Fungsi jiwa yang terganggu meliputi fungsi biologis, psikologis, sosial, spiritual. Secara umum gangguan fungsi jiwa yang dialami seorang individu dapat terlihat dari penampilan, komunikasi, proses berpikir, interaksi dan aktivitasnya sehari-hari
Hasil riset WHO diperkirakan pada setiap saat, 450 juta orang di seluruh dunia terkena dampak permasalahan jiwa, saraf, maupun perilaku dan jumahnya terus meningkat. Lebih jauh lagi dikatakan bahwa satu dari lima orang dewasa pernah mengalami gangguan jiwa dari jenis biasa sampai yang serius.
Salah satu gangguan jiwa yang terbanyak terjadi adalah Schizofrenia yang menduduki peringkat ke-4 (empat) dari 10 (sepuluh) besar penyakit terberat di seluruh dunia (Stuart, 2007 : 242). Dalam beberapa kasus, schizophrenia menyerang manusia usia muda antara 15 hingga 30 tahun, tetapi serangan kebanyakan terjadi pada usia 40 tahun ke atas. Schizophrenia bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal jenis kelamin, ras, maupun tingkat sosial ekonomi. Diperkirakan penderita schizophrenia sebanyak 1 % dari jumlah manusia yang ada di bumi
Di Indonesia, dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun terakhir, angka penderita gangguan jiwa semakin meningkat. Masalah ekonomi menjadi penyebab utama terjadinya gangguan kejiwaan. Bahkan diperkirakan satu dari empat penduduk di Indonesia mengidap gangguan jiwa. Di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Soerojo Magelang, Jawa Tengah, semenjak ada kebijakan jaminan kesehatan untuk warga miskin, jumlah pasien gangguan jiwa meningkat hingga 100%. Jumlah pasien yang berobat pada 2005 sebanyak 330 orang per hari, tetapi pada tahun ini mencapai 748 orang per hari. Contoh lain di RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terjadi peningkatan jumlah pasien gangguan jiwa sekitar 2%-3% selama tiga tahun terakhir. Saat ini sebanyak 650 pasien dirawat di sana, meningkat 20 orang dari tahun sebelumnya.
Contoh lain yang cukup fantastis ialah data yang di keluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) pada tahun 2006. Data itu menyebutkan bahwa di perkirakan 26 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan kejiwaan, dari tingkat ringan hingga berat. Sebaliknya, departemen kesehatan menyebutkan jumlah penderita gangguan jiwa berat sebesar 2,5 juta jiwa, yang diambil dari data RSJ se-Indonesia. Pendiri Jejaring Komunikasi Kesehatan Jiwa Indonesia (jejak jiwa), mengatakan bahwa diperkirakan 1 dari 4 penduduk Indonesia mengidap penyakit jiwa. Artinya, diperkirakan sekitar 25% penduduk Indonesia mengidap penyakit jiwa dari tingkat paling ringan sampai berat. Mulai dari stres, panik, cemas, depresi, hingga hilang ingatan
Dilain pihak, klien dengan masalah kejiwaan pada umumnya berada dalam kondisi psikologik yang lemah dan tidak mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya (Keliat, 2006 ; 2). Hal ini menunjukkan bahwa lingkup masalah kesehatan jiwa yang dihadapi individu sangat kompleks sehingga diperlukan penanganan yang bersifat kompleks pula. Meskipun perkembangan pengetahuan tentang pengobatan efektif untuk gangguan jiwa sudah cukup pesat, namun permasalahan besar dalam hal pengobatan dan sumber daya yang tersedia masih ada..
Mari kita bersama-sama maju..........................

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar