ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

SAYA BERHARAP SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT BAGI TEMAN2 YANG SEDANG MENCARI..................ILMU tentang keperawatan.




Rabu, 02 Desember 2009

askep makrosoma

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN MAKROSOMIA
(BAYI DENGAN IBU DM)


A. PENGERTIAN
Bayi yang berat badannya pada saat lahir lebih dari 4.000 gram

B. ETIOLOGI
 Ibu penderita diabetes (bayi beesiko untuk terjadi hipoglikemia)
 Multipara
 Ibu dengan predisposisi genetik untuk bayi dengan berat badan berlebihan


C. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
 Berat badan lebih dari 4000 gram pada saat lahir
 Wajah menggembung, pletoris (wajah tomat)
 Besar untuk usia gestasi
 Riwayat intrauterus dari ibu diabetes dan polihidramnion

Pemeriksaan Diagnostik :
 Pemantauan glukosa darah, kimia darah, analisa gas darah
 Hemoglobin (Hb), Hematokrit (Ht)

D. KOMPLIKASI
 Hipoglikemia (kedutan, gugup, tremor, sianosis, letargi, timpang, frekuensi pernafasan tak teratur, apnea, lemah, menangis nada tinggi, kesulitan makan, mata berputar, hipertermia)
 Hipokalsemia : kalsium serum < 7 mg %

E. PENATALAKSANAAN MEDIS
 Pemantauan glukosa darah
(Pada saat datang atau umur 3 jam, kemudian tiap 6 jam sampai 24 jam atau bila kadar glukosa  45 gr% dua kali berturut-turut.
 Pemantauan elektrolit
 Pemberian glukosa parenteral sesuai indikasi
 Bolus glukosa parenteral sesuai indikasi
 Hidrokortison 5 mg/kg/hari IM dalam dua dosis bila pemberian glukosa parenteral tidak efektif

F. ASUHAN KEPERAWATAN
No Diagnosa Keperawatan Tujuan/Kriteria Rencana Tindakan

1.












2.
Cedera berhubungan dengan trauma kelahiran sekunder terhadap makrosomia







Resiko cedera berhubungan dengan perubahan glukosa darah, cairan dan elektrolit



Cedera teridentifikasi dan teratasi

Kriteria :
 Bayi tidak mengalami cedera yang tak teridentifikasi /tak teratasi atau gejala sisa neurologis

Tidak terjadi cedera

Kriteria :
 Bayi mampu mempertahan-kan cairan dan elektrolit dalam rentang normal
 Bayi mampu mencapai dan mempertahan-kan kadar glukosa darah normal

 Laporkan gejala-gejala cedera kelahiran pada dokter
 Dokumentasikan tujuan pengkajian pada catatan perawatan dan perbaiki pada setiap pergantian shift
 Ubah posisi dari satu sisi ke sisi lain setiap 2 jam
 Implementasikan dan pertahankan bebat, popok khusus, dll sesuai pesanan


 Lakukan pemantauan glukosa darah heelstik, setiap 1 jam 3 kali, laporkan nilai-nilai di bawah
45 mg% dan lakukan tes glukosa
serum segera sesuai pesanan
 Observasi terhadap tanda dan gejala distres pernafasan
 Pantau kadar elektrolit dan Ht sesuai pesanan
 Lakukan pemberian makanan pada 2 sampai 3 jam usia dengan formula atau air dextrose 5 % sampai 10 % sesuai pesanan, ikuti jadual pemberian makan

No
Diagnosa Keperawatan Tujuan/Kriteria Rencana Tindakan

















3.































Kurang pengetahuan orang tua berhubungan dengan kurang informasi tentang perawatan bayi dengan ibu diabetes

























Pengetahuan orang tua meningkat

Kriteria:
 Orang tua dan orang terdekat mampu mengungkapkan gejala hipoglikemia pada bayi
 Orang tua/orang terdekat mampu memenuhi kebutuhan khusus bayi  Kaji perubahan tingkat kesadaran setiap 4 jam
 Kaji tanda vital setiap 4 jam
 Observasi terhadap gejala perdarahan intrakranial dan kejang
 Pertahankan pemberian glukosa parenteral sesuai pesanan
 Kolaborasi pemberian hidrokortison bila pemberian glukosa tidak efektif
 Berikan suhu lingkungan normal
 Pertahankan suhu pada 36,5 ˚C
 Berikan suplemen elektrolit sesuai pesanan


 Diskusikan dengan orang tua tentang tanda dan gejala hipoglikemia untuk dilaporkan kepada perawat atau dokter
 Tekankan pentingnya pemberian makan teratur
 Tekankan pentingnya perawatan prenatal dini dan baik untuk kehamilan selanjutnya
 Ajarkan pemberian obat-obatan bila diindikasikan termasuk nama, tujuan, dosis, waktu pemberian, dan efek samping

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar