ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

SAYA BERHARAP SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT BAGI TEMAN2 YANG SEDANG MENCARI..................ILMU tentang keperawatan.




Sabtu, 23 Mei 2009

ASUHAN KEPERAWATAN PERIAPENDIKS INFILTAT

I. Konsep Dasar PAI

A. Pengertian

Periapendiks Infiltrat adalah merupakan suatu keadaan menutupnya apendiks dengan omentum, usus halus, atau adeneksa sehingga terbentuk massa periapendikuler (R.Sjamsuhidajat, dkk, 1997).

B. Penyebab

Bakteri

Faktor pendukung :

Pengosongan apendiks yang terhambat

Stenosis

Pita/adesi

Mesoapendiks yang pendek

Erosi selaput lendir

C. Patofisiologi

Peradangan awal


Apendisitis mukosa dan dinding apendiks

Mekanisme pertahanan dengan membatasi proses radang yaitu menutup apendiks

dengan omentum, usus halus atau adeneksa

Massa periapendiks infiltrat

Meradang Tidak abses Abses

Terbentuk jaringan Massa apendiks Perforasi

Parut tenang dan

Mengurai diri Demam remiten

Secara lambat Toksik

Perlengketan syock

dengan jaringan

sekitarnya

Meradang akut

(akseserbasi)

Demam

D. Penatalaksanaan Medik

Keadaan massa periapendiks yang masih mobil dilakukan operasi u/ mencegah perforasi yang di ikuti peritonitis.

Pada massa periapendiks yang terfiksir dan pendindingan yang sempurna pada orang dewasa di rawat dulu dan diberi antibiotika, diawasi suhu, ukuran massa, serta luasnya peritonitis.

Bila suhu normal, massa periapendiks hilang, leukosit normal pasien bisa pulang.

Apendiktomi efektif dapat dikerjakan 2-3 bulan kemudian.

II. Pengkajian

A. Aktifitas/istirahat ; Malaese

B. Sirkulasi : Takikardi

C. Eliminasi : konstipasi pada awitan awal,kadang-kadang diare,distensi abdomen, nyeri tekan nyeri lepas, kekakuan, penurunan atau tidak ada bising usus.

D. Makanan/cairan : Anoreksia, mual, muntah.

E. Nyeri/Kenyamanan

Nyeri abdomen sekitar epigastrium, dan umbilikus, yang meningkat berat dan terlokalisasi pada titik Mc.Burney, Meningkat karena berjalan, bersin, batuk, atau napas dalam (nyeri berhenti diduga perforasi, atauinfark pada apendiks).

Nyeri lepas pada sisi kiri dengan inflamsi peritoneal.

F. Keamanan : Demam

G. Pernafasan : Takipnoe, pernafasan dangkal.

H. Pemeriksaan diagnostik : SDP (sel darah putih) 12.000mm³, netropil menigkat

Urinalis : Normal tetapi ery/leuko ada.

Foto abdomen : Ada pengerasan daerah apendiks.

III. Diagnosa Keperawatan yang mungkin timbul :

1. Resiko tinggi terhadap infeksi b/d tidak adekuatnya pertahanan utama, perforasi/ruptur pada apendiks, peritonitis, pembentukan abses.

2. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan tubuh b/d status hipermetabolik, mual muntah.

3. Gangguan rasa nyaman nyeri b/d distensi jaringan usus oleh inflamsi.

IV. Rencana intervensi keperawatan

Tgl/No

Diagnosa Kep.

Intervensi

Rasional

Mahasiswa

15402

1.

Resti terhdp. kekurangan volume cairan tubuh b/d status hipermetabolikmual muntah

Tujuan :

Mempertahan

kan keseimbangan cairan tubuh.

Kriteria :

Kelembab mukosa, turgor kulit baik, TTV stabil haluaran urine adekuat.

•Awasi TTV

•Kaji mukosa, turgor kulit

•Catat masukan dan haluaran

•Auskultasi bising usus, kelancaran flatus.

•Berikan minum sedikit-sedikit kalau muntah

•Kolaborasi u/ terapi cairan•

Tanda fluktuasi volume cairan

Keadekuatan sirkulasi perifer

Balance cairan

tubuh

Indikator kembalinya peristaltik.

Menurunkan iritasi gaster Meminimal

kan kekurangan cairan.

Keseimbangan cairan tubuh.

Dahlan D.Ahmad.

2.

Resiko tinggi terhadap infeksi b/d tidak adekuatnya pertehanan utama

Tujuan :

Menungkatnya penyembuhan

Kriteria :

Suhu normal

Leuko turun

Awasi TTV

Berikan antibiotika sesuai indikasi

Mewaspadai infeksi sepsis

Menurunkan jumlah mikroorganisme dan penyebaran di abdomen

Dahlan D.Ahmad

3.

Gangguan rasa nyaman nyeri b/d distensi jaringan usus karena inflamsi

Tujuan :

Nyeri hilang

Kriteria:

Nampak rileks, dapat tidur

Kaji nyeri, lokasi, karakteristik

Pertahankan posisi istirahat dgn smi fowler.

Beri analgetik

Berguna dalam pengawasan keefektifan obat.

Gravitasi melokalisasi eksudat dalam abdomen bawah

Menghilangkan nyeri

Dahlan D.Ahmad

Daftar Pustaka

Marilynn E.Doenges, (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, EGC, Jakarta.

R. Sjamsuhidajat, dkk,(1997) Buku Ajar Ilmu Bedah, EGC, Jakarta.

Kriteria Ansietas

Tipe Ansietas

Gejala-Gejala yang muncul

Ringan

≥ Persepsi dan perhatian meningkat, waspada

≥ Mampu mengatasi situasi bermasalah

≥ Dapat mengitegrasikan pengalaman masa lalu

≥ Dapat mevalidasi keadaan yang dihadapi

≥ Ingin tahu, mengulang pertanyaan

≥ Kecendrungan untuk tidur

Sedang

≥ Persepsi agak menyempit/tidak perhatian

≥ Sedikit sulit untuk berkonsetrasi

≥ Memandang pengalaman saat ini dengan arti masa lalu

≥ Sedikit gagal mengenali apa yang sedang terjadi

≥ Perubahan suara/nada agak tinggi

Peningkatan frekuensi nadi jantung pernafasan

≥ Tremot / gemetar

Berata

Persepsi sangat kurang

≥ Belajar sangat terganggu

≥ Memandang pengalaman saat ini dengan arti masa lalu

Berfungsi sangat buruk, komunikasi sulit dipahami

Hiperventilasi, takikardi, Sakit kepala, pusing, mual

(Carpenito L.J, 1995).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar